Manfaat ASI untuk Bayi Dan Ibu
Manfaat air susu ibu (ASI) bagi Ibu dan Bayi-Bulan Agustus merupakan hari yang istimewa buat ibu menyusui,karena pada bulan tersebut pekan asi diperingati. Tanggal 1-7 Agustus sudah ditetapkan sebagai pekan ASI dan diperingati diseluruh dunia.Pada tahun 2002 WHO dan UNICEF mencanangkan strategi global peningkatan pemberian makanan bayi yang meliputi:

1.Inisiasi Menyusu Dini
2.ASI Eksklusif selama 6 Bulan
3.Memberikan makanan pendamping ASI mulai 6 bulan
4.Menyusui lanjutan sampai anak berumur 24 Bulan atau lebih

Menyusui merupakan proses fisiologis untuk memberikan nutrisi kepada bayi secara optimal.Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi ideal yang berkualitas guna menunjang kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan bayi yang optimal. Menurut surat keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 450/MENKES/SK/IV/2004 menetapkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif bagi bayi di Indonesia sejak lahir sampai dengan umur enam bulan dan dianjurkan dilanjutkan sampai anak berusia dua tahun dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai.

Air Susu Ibu (ASI) bukan hanya sumber nutrisi yang optimal, melainkan juga mengandung antibody yang dapat melindungi bayi terhadap berbagai penyakit. Oleh karena itu, ASI memiliki manfaat yang besar baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, menyusui juga bermanfaat bagi ibu. Berikut rangkuman manfaat asi:

Manfaat ASI untuk Bayi:
1.Mengandung nutrisi yang optimal
2.Meningkatkan kecerdasan dan kemampuan psikososial dan perkembangan
3.Meningkatkan imunitas
4.Menurunkan resiko Diare
5.Mengurangi risiko infeksi saluran pernafasan
6.Mengurangi risiko infeksi telinga bagian tengah
7.Mengurangi risiko penyakit kronis
8.Mengurangi angka kematian bayi
9.Mengurangi risiko alergi
10.mengurangi risiko kegemukan/kelebihan berat badan

Manfaat ASI untuk Ibu
1.Mengurangi pendarahan pasca persalinan
2.Mengurangi risiko kanker payu dara dan kanker rahim pada ibu
3.Menjaga jarak kehamilan

Namun tidak jarang kebanyakan ibu gagal dalam pemberian ASI eksklusif karena ibu memberikan tambahan susu formula, dikarenakan ibu merasa bayinya mengalami syndrome ASI kurang. Berbagai alasan sering dikemukakan oleh ibu diantaranya adalah mulai sibuk bekerja, bayi lebih sering minta disusui, kekentalan ASI yang berubah dan banyak lagi alasan lainnya. 

Hal ini bisa saja dapat membuat ibu stres sehingga dapat menimbulkan hipogalactia atau kondisi dimana produksi ASI kurang dari normal dan bahkan bisa saja produksinya berhenti. Jika kondisi tersebut terjadi, maka diperlukan suatu terapi untuk menginisiasi, menjaga, dan meningkatkan produksi ASI atau lebih dikenal dengan galactogogum.Berikut ini adalah galactogogum alami yang telah terbukti dapat meningkatkan dan melancarkan produksi ASI.

1.Daun Katuk
Salah satu tumbuhan yang secara tradisional dipakai untuk meningkatkan dan melancarkan produksi ASI adalah daun katuk. Biasanya pemakaian daun katuk dalam bentuk sayuran atau lalapan. Untuk kondisi sekarang terutama untuk masyarakat di perkotaan, tentu saja cara tersebut sudah tidak praktis. Oleh karena itu sekarang banyak beredar di pasaran daun katuk dalam bentuk ekstrak.

 Selain lebih praktis, menyediakan daun katuk dalam bentuk ekstrak memiliki keuntungan yaitu jumlahnya menjadi lebih sedikit, lebih halus, tidak berbau dan ternyata kadar proteinnya 62% lebih banyak. Penelitian yang dilakukan membuktikan ekstrak daun katuk dapat meningkatkan produksi ASI. Hasil penelitian tersebut menyebutkan pemberian ekstrak daun katuk pada kelompok ibu melahirkan dengan dosis 3 x 300 mg perhari selama 15 hari terus-menerus mulai hari kedua atau hari ketiga setelah melahirkan dapat meningkatkan produksi ASI 50,7% lebih banyak dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberi ekstrak daun katuk. 

Dari penelitian tersebut juga membuktikan bahwa pemberian ekstrak daun katuk tidak menurunkan kwalitas ASI karena tidak menurunkan kadar protein dan kadar lemak ASI. Dari penelitian ini terbukti bahwa ekstrak daun katuk bisa digunakan untuk meningkatkan dan melancarkan produksi ASI.

2.Biji fenugreek
Dibeberapa negara di Asia, Biji fenugreek secara tradisional sudah digunakan sebagai pelancar ASI. Seperti halnya daun katuk, Biji fenugreek juga sudah beredar di pasaran dalam bentuk ekstrak. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak biji fenugreek secara signifikan dapat meningkatkan dan melancarkan produksi ASI. 

Ekstrak Biji fenugreek mengandung prekursor hormon yang dapat meningkatkan suplai susu, sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan dan melancarkan produksi ASI. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak Biji fenugreek dapat meningkatkan produksi ASI selama 24-72 jam setelah mengkonsumsinya. Selain itu, Ekstrak biji fenugreek juga aman untuk dikonsumsi ketika digunakan sesuai anjuran. Fenugreek sudah masuk dalam list GRAS (generally regarded as safe) FDA (united state food and drug administration) sehingga aman untuk di konsumsi ibu menyusui.

Tips pemberian ASI Eksklusif bagi Ibu yang Bekerja
Begi pentingnya manfaat ASI bagi sang buah hati maka para ahli menyarankan agar ibu dapat menyusui bayinya selama 6 bulan sejak kelahiran yang dikenal dengan istilah ASI Eksklusif. Namun dalam era globalisasi ini banyak ibu yang bekerja sehingga sering menjadi kendala bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusifnya kepada bayinya. 

Bagi ibu yang bekerja tidak perlu menghentikan pemberian ASI kepada bayinya karena banyak keuntungannya. Dalam hal ini ibu memerlukan pengetahuan tambahan tentang cara pemberian, memompa dan menyimpan ASI yang benar.Berikut beberapa tipsnya:

1.Buatlah jadwal rutin memompa ASI disela aktifitas ibu.
Ibu dapat menciptakan rutinitas memompa ASI yang paling efektif disela-sela aktifitas kantor.

2.Jangan mudah menyerah
Beberapa ibu menyusui mengalami kondisi yang sulit ketika memompa ASI. Akan tetapi apabila terus dilakukan maka ibu akan terbiasa dengan kegiatan ini.

3.Buatlah pikiran anda tenang dan rileks
Hindari stress karena beban fisik dan mental akan mempengaruhi kualitas dan jumlah ASI. Cobalah sambil mendengarkan musik yang lembut atau musik favorit ibu. Ibu juga bisa menggunakan aroma terapi sehingga menjadi lebih tenang dan rileks.

4.Gunakan alat Pemompa ASI
Alat pompa memiliki kekuatan memompa lebih stabil seperti layaknya bayi yang sedang menyusu. Hal ini akan mempengaruhi jumlah ASI yang keluar.

5.Memompa lebih sering akan meningkatkan produksi ASI
Ketika ASI ibu menjadi semakin sedikit, jangan khawatir. Produksi ASI akan meningkat apabila ibu sering memberikan langsung kepada bayi atau memompa sesering mungkin.

6.Sempatkan waktu untuk menyusui langsung
Waktu yang tepat untuk memberikan ASI langsung adalah ketika akan berangkat kerja, pulang kerja dan ketika bayi akan tidur di malam hari.

Tips Menyimpan ASI yang Benar
Cara menyimpan ASI harus dengan cara yang tepat, supaya ASI tidak rusak dan aman untuk di konsumsi bayi. Untuk itu ibu harus benar-benar mengetahui cara menyimpan ASI. Berikut ini adalah hal-hal penting yang menjadi perhatian khusus untuk ibu:

1.Tempat menyimpan ASI
Tempat yang baik untuk menyimpan ASI adalah tempat berbahan kaca atau beling atau plasti khusus dengan tutup yang kedap udara, misalnya botol kaca di tutup rapat, atau kantong khusus untuk ASI. Jangan gunakan kantong yang bukan khusus untuk ASI, karena dapat pecah ketika di bekukan dalam freezer.

2.Membersihkan Tempat menyimpan ASI
Bersihkan botol atau wadah dengan air hangat dan sabun, kemudian bilas sampai bersih dengan air hangat atau disterilisasi dengan merebusnya seperti halnya mempersiapkan botol susu biasa, lalu biarkan kering secara alami.

3.Cara Menyimpan ASI
Segera dinginkan ASI dalam waktu kurang dari satu jam setelah dipompa, bila perlu beri label tanggal dan jam penyimpanan supaya mudah untuk diingat. Bagilah jumlahnya menjadi sedikit-sedikit, karena susu yang tidak habis akan dibuang,tidak dianjurkan untuk di simpan kembali.

Tidak dibenarkan mencampur ASI yang baru dengan ASI yang sudah didinginkan sebelumnya. Jangan mengisi ASI terlalu penuh pada tempatnya, sisakan ruang kosong sekitar 2,5 cm dari atas atau mulut botol. Hal ini karena volume ASI akan bertambah ketika dibekukan.

4.Suhu dan Waktu Penyimpanan
Pada dasarnya dengan cara menyimpan ASI yang tepat, ASI dapat tahan selama 6-8 jam bila suhu ruangan kurang dari dua puluh lima derajat celsius. Bila kurang dari suhu tersebut, ASI harus disimpan didalam kulkas atau freezer. 

Untuk ibu yang bekerja dikantor, ASI dapat dipompa pada pagi hari lalu disimpan didalam kulkas untuk kebutuhan selama bayi di tinggal bekerja. ASI juga dapat dipompa ketika ibu berada di kantor lalu kemudian disimpan di dalam kulkas kantor hingga waktunya pulang ke rumah. Gunakan termometer kulkas untuk selalu memantau suhu kulkas atau freezer selama menyimpan ASI. Selalu letakkan ASI pada bagian belakang kulkas atau freezer, karena bagian ini memiliki suhu yang paling dingin. Bila waktu penyimpanan ASI sudah lewat jangan gunakan lagi ASI tersebut.

5.Menyajikan ASI yang sudah disimpan
Setelah dikeluarkan dari kulkas, cara yang paling tepat untuk memanaskannya adalah dengan merendam botol atau tempat penyimpanan di dalam mangkuk berisi air panas. Bila ASI tersebut tidak habis dalam sekali pakai, jangan gunakan kembali setelah 24 jam. Jangan memanaskan ASI dengan microwave. Lakukan cara menyimpan ASI sesuai panduan di atas, agar kualitas ASI dapat terjaga dengan baik sehingga buah hati ibu akan tetap mendapatkan nutrisi yang paling baik untuk tumbuh kembangnya. demikian ulasan tentang Manfaat air susu ibu (ASI) bagi Ibu dan Bayi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.




ads