Kanker Nasofaring adalah jenis penyakit kanker yang tumbuh di dalam rongga-rongga mulut dan tumbuh di belakang hidung. Yang menyebabkan penyakit ini belum di ketahui secara pasti, namun kanker ini berhubungan dengan adanya virus eptein bar. Kanker nasofaring banyak ditemui di negara Cina, Thailand, Malaysia, Indonesia dan India.

Kanker nasofaring merupakan jenis kanker yang diturunkan secara genetik atau faktor keturunan. Apabila keluarga anda mempunyai catatan terjangkit penyakit ini, disarankan agar anda sering memeriksakan diri ke dokter THT, karena keturunan yang terjangkit kanker ini jauh lebih beresiko mengidap penyakit ini.

Saat melakukan cek up, bagian tubuh yang diperiksa diantaranya adalah telinga, leher,  hidung dan tenggorokan. Biasanya pemeriksaan dilakukan oleh dokter khusus dalam bidang ini yang biasa disebut otolaryngologist. Apabila anda terjangkit kanker ini maka umumnya leher anda terdapat benjolan, ini artinya adalah kanker yanga anda derita telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Gejala kanker Nasofaring:
1.    Pendengaran anda akan berkurang, biasanya muncul suara berdengung dan terasa penuh tapi tidak disertai rasa sakit.
2.    Anda akan sering mimisan, hidung tersumbat terus menerus dan pilek.
3.    Kelenjar getah bening pada leher membesar
4.    Mata menjadi juling dan mata bisa menonjol keluar
5.    Sering mengalami sakit kepala
6.    Suara anda menjadi serak
7.    Sakit tenggorokan

Perlu diingat bahwa mungkin gejala tersebut merupakan jenis penyakit yang lain, dan bukan merupakan kanker nasofaring, oleh karena itu apabila anda memiliki gejala di atas sebaiknya di periksakan ke dokter spesialis agar dapat mendiagnosanya dengan benar.

Beberapa faktor yang berpengaruh tumbuhnya kanker nasofaring:
1.    Terlalu sering mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak pengawet, termasuk mengkonsumsi ikan yang di asinkan atau diasapkan.
2.    Sering mengkonsumsi minuman beralkohol.
3.    Sering menghisap asap rokok, asap kayu bakar atau asap obat nyamuk.
4.    Rumah yang pergantian udaranya tidak baik juga berpengaruh terjangkitnya penyakit ini.
5.    Faktor genetik dari keturunan penderita kanker nasofaring.

Pemeriksaan terhadap kanker Nasofaring:
Apabila terjangkit kanker nasofaring ini cara pemeriksaannya dapat dilakukan dengan CT scan, rhinoscopi anterior dan posterior, nasofaringoskopi, biopsi dan histopatologi. Jika tanda-tanda yang telah disebutkan di atas ada pada anda maka sebaiknya segera di periksakan ke dokter spesialis THT, karena di temukannya kanker sejak stadium dini kemungkinan untuk sembuh semakin besar.

Cara Pencegahan Kanker Nasofaring:
1.    Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, dan usahakan rumah atau kantor anda mempunyai ventilasi yang cukup agar udara dapat bersirkulasi dengan baik.
2.    Sebisa mungkin usahakan menghindari polusi udara, misalkan menghirup gas hasil zat-zat kimia, asap industri, asap kayu, asap rokok, dan asap yang lainnya yang dapat menimbulkan virus Epstein bar.
3.    Menghindari makanan yang mengandung pengawet atau makanan yang dapat merangsang selaput lendir.

Pengobatan kanker nasofaring:
Pengobatan kanker nasofaring dapat dilakukan dengan cara Radioterapi atau kombinasi dengan kemoterapi. Biasanya pada kanker ini tindakan operasi tidak dilakukan karena posisi kanker yang sulit dan dekat dengan metastase kelenjar getah bening, misalkan perlu dilakukan bedah itu pun hanyalah biopsi.

Pada tahap awal kanker nasofaring penderita mendapatkan terapi radiasi menggunakan sinar-x untuk membunuh sel-sel kanker dan menghentikan pertumbuhan kanker. Salah satu jenis radiasi ini disebut IMRT yaitu memberikan radiasi dosis tinggi langsung ke tumor sambil meminimalkan kerusakan jaringan sehat di dekatnya.

Pengobatan dengan cara kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti paru-paru, hati, dan tulang. Pada pengobatan ini obat-obatan disuntikkan ke dalam pembuluh darah di tangan. Kemoterapi juga digunakan bersama dengan radioterapi untuk meningkatkan efisiensi radioterapi.



ads